22 Juni 2012

Review TP-LINK TL-MR3040


Akhirnya setelah lama menunggu dari statusnya yang “coming soon”, router TL-MR-3040 dari TP-LINK ini hadir juga di indonesia. Setelah diperkenalkan pada ICS di jakarta, router mini ini langsung tersedia di beberapa toko online sperti Bhinneka.com. Tanpa pikir panjang, sayapun langsung memesannya. Sebelummnya saya sempat menggunakan “kakak” dari router mini ini, yaitu TL-MR-3020 yang telah saya review sebelumnya. Tetapi dengan kelemahan tidak adanya baterai pada routernya, sayapun beralih ke tipe yang baru. Langsung saja saya berikan reviewnya.

Kelengkapan
Untuk harga 300 ribu, router ini terbilang lengkap. Dalam paketnya yang terdiri dari
  • Router
  • Baterai
  • Kabel Micro USB
  • Power adapter
  • Kabel RJ45
  • CD-ROM manual
  • Petunjuk penggunaan
Router ini mempunyai kapasitas baterai 2000mAh. Kapasitasya lumayan kecil, mengingat harganya yang murah.

Satu hal yang saya khawatirkan sebelumnya adalah kabel USB yg sangat pendek seperti pada TL-MR-3020, tetapi tidak, TL-MR-3040 ini mempunyai kabel USB yang lumayan panjang, sekitar 1,2 meter. Berbeda seperti pendahulunya yang menggunakan tipe Mini USB-B, router baru ini menggunakan port Micro USB, sama seperti yang digunakan pada smartphone android ataupun blackberry.

Untuk kabel RJ45 yang disediakan tergolong pendek. Panjangnya hanya 50 cm saja. Tentu ini sangat menyulitkan jika menggunakan router dengan kabel RJ45 pada PC. Tetapi tidak masalah bila pada laptop. Tetapi mengingat kebanyakan laptop sudah menyematkan wifi, jadi kabel RJ45 yang disediakan dalam paket sangat jarang dipakai.

Desain

Perbandingan ukuran TL-3040 dengan Xperia X8
Sebelumnya dibenak saya mengira router ini cukup besar, tetapi kenyataannya router ini terasa kecil, seperti memegang hp saja. Router ini sangat nyaman digengam, beratnya juga hampir sama dengan berat kebanyakan hp. Jika tanpa baterai, router ini akan lebih ringan lagi, bahkan dapat dibilang sangat ringan.

Desain router ini stylish dengan material glossy. Tetapi sama seperti TL-MR3020, material yang dipakai rentan terhadap goresan, bahkan sentuhan pada kain pun dapat membuat goresan yang lumayan banyak. Pada router ini terdapat lampu indikator untuk menunjukan fungsi-fungsi yang sedang aktif.  Router ini mempunyai port USB, Micro USB, dan RJ45.

Dengan port USB, kita tidak hanya dapat berfungsi sebagai port USB modem, tetapi dapat sebagai port charger, jadi router ini dapat berfungsi sebagai portable charger seperti pada powerbank. 

Fungsi
Fungsi pada router mirip dengan TL-MR3020, dengan fungsi sebagai 3G hotspot, Client mode, AP Mode, Bridge dan repeater dan lain-lain. Router ini support sampai dengan 5 device. Bila lebih, misal device ke-6 akan terus gagal connect ke router ini. 3G hotspot mendukung teknologi 3G sampai 3,75G, baik itu GSM ataupun CDMA.

 Untuk saat ini, TL-3040 mendukung hingga 120 tipe modem(tipe modem yang compatible dengan TP-LINK TL-MR3040 bisa dilihat disini), dan akan ditambah jika tersedia update firmware baru. Tombol switch untuk berganti mode kini sudah digantikan dengan tombol on/off saja. Sebagai gantinya, penggantian mode dilakukan pada browser.

Test
Ketahanan baterai ini diklaim dapat bertahan sampai 4 jam. Tetapi ini hanya diatas kertas. Kenyataannya?. Setelah menggunakan router ini, dengan mode 3G wireless, router ini dapat bertahan 3 jam, bahkan kadang hanya sampai 2,5 Jam dengan kondisi internet pada modem on terus menerus.

Pengoprasian menggunakan 3G mode hanya bertahan kurang dari 4 jam
Test juga saya lakukan pada charging HP Xperia X8 saya yang berkapasitas 1200mAh. Hasilnya dalam kondisi baterai HP 0%, router ini dapat mencharge maximal sampai 60-70% dari kapasitas maximum beterai HP Xperia X8 saya. Charging memakan waktu 2 jam. Sebagai perbandingan, dengan memakai charger listrik PLN, hp saya dapat terisi full dalam waktu kurang dari 2 jam. Tentu saya tidak berharap terlalu banyak dengan charging portable ini, kecuali dalam keadaan sangat mendesak.

Router ini juga saya test dalam keadaan on mobile. Test saya lakukan dengan mengaktifkan router 3G wireless dan memasukannya kedalam tas. Setelah itu saya coba router dalam keadaan jalan, waktu itu saya dalam perjalanan ke kampus. Hasilnya?

Kecepatan lumayan stabil, bahkan dalam perjalanan
Setelah saya test menggunakan aplikasi Speedtest pada Xperia saya, Router ini lumayan stabil, tidak naik turun seperti perkiraan sebelumnya. Tetapi router dan modem menjadi panas. Mungkin karena modem perlu banyak power untuk mencari sinyal yang berganti-ganti. Tetapi panas yang dihasilkan masiih dalam batas wajar.

Kesimpulan
  • Kelebihan
    • Design yang stylish dan elegan
    • Menggunakan baterai
    • Lebih banyak mode dan fungsi jika dibandingkan dengan router Mifi
    • Menggunakan port micro USB
  • Kekurangan
      • Material yang glossy menyebabkan body mudah lecet
      • Kapasitas baterai tergolong kecil
    Ratings
    • Design           : ★★★★★★★★★ (9/10)
    • Build Quality : ★★★★★★★★★★ (6/10)
    • Fungsi           : ★★★★★★★★★★ (8/10)

    Usefull links
    • Setting router bisa dilihat disini
    • List USB modem bisa dilihat disini.
    Sekian review saya, jika ada pertanyaan ataupun kritik, silakan comment dibawah. FEEL FREEN GUYS.

    Lainnya :
    Review Modem Prolink PCM100 Slim Edition Unlock
    Review TP-LINK TL-MR3020
    Cara Setting Router TP-LINK TL-MR3040
    List USB Modem yang Compatible Dengan Router TP-LINK TL-MR3020