04 Oktober 2012

Review Razer Onza Tournament Edition T1



Sebelumnya saya sudah mempunyai gamepad dari logitech yaitu Logitech F710 Wireless Gamepad, tetapi saya ingin mencoba gamepad yang 'real' Xbox 360 controller, jadi saya memutuskan membeli produk ini. Langsung saja saya akan men-review gamepad dari produsen aksesoris gaming tersohor yaitu Razer yang saya beli di Bhinneka.com.

Gamepad dari razer ini mempunyai nama Razer Onza. Razer Onza sendiri mempunyai dua jenis yaitu Razer Onza T1 dan Razer Onza T2. Huruf "T" pada penamaan tersebut mempunyai arti Tournament. Kali ini saya akan men review Razer Onza T1.

Razer Onza T1 ini mempunyai harga pasaran dari 550-600rb. Tetapi saya mendapatkan harga 561rb pada toko online Bhinneka.com.

Unboxing
Kesan pertama setelah mendapatkan produk ini adalah kesan premium dan men-cirikhas seperti produk razer yang lainnya. Setelah membuka kemasan, kelengkapan yang didapat yaitu sebagai berikut.

  • Razer Onza T1 Gamepad
  • Buku manual penggunaan
  • ID Razer Onza
  • Kartu garansi
  • Sepasang sticker dengan logo Razer



Melihat dari kelengkapannya, sangat wajar Razer memberikan hal yang 'lebih' karena apa harga dari gamepad ini sendiri tergolong mahal daripada gamepad Xbox 360 biasa.

First Look

Kesan pertama setelah pertama melihat gamepad ini adalah 'keren!'. Material yang digunakan pada body nya adalah tipe 'ruberize' atau orang indonesia bilang 'doff'.
Ini tentu sangat bagus karena pengalaman saya(mungkin juga anda) jika menggunakan gamepad  yang kebanyakan menggunakan material glossy, akan terasa licin karena keringat. Jadi material yang digunakan pada Razer Onza T1 ini merupakan nilai plus dibandingkan gamepad  yang lainnya.
Kesan pertama yang saya rasakan juga adalah bobotnya yang ringan. Mungkin sedikit lebih berat dari gamepad yang biasa dijual di toko komputer yg biasanya dijual 50-70rb. Tetapi jika anda yang biasa menggunakan gamepad Xbox 360 wireless yang tergolong berat,  maka anda pasti merakan sedikit aneh setelah memegang gamepad ini. Tetapi saya percaya lambat laun pasti akan terbiasa.

Gamepad ini menggunakan kabel sepanjang 3 meter sebagai penghubungnya. Kabel yang digunakan sangat berkualitas dan tebal. Sedikit kecewa, melihat desain gamepad nya yang keren, tetapi masih menggunakan kabel. Sedikit info untuk anda yang belum tau, Microsoft membuat peraturan untuk produsen gamepad Xbox 360 third parties(diluar dari microsoft) tidak diperbolehkan membuat gamepad berbasis wireless. Sungguh sayang memang jika Microsoft harus memonopoli pasar gamepad wireless untuk Xbox 360, padahal produsen seperti Razer sangat kreatif dalam membuat desain-desain yang keren.

Pada action button(A, B, X, Y), menggunakan backlight yang sangat 'eye candy' pada saat digunakan. Ini juga yang membedakan dengan Razer Onza T2 yang tidak menggunakan backlight pada action button nya.  Pada action button ini menggunakan teknologi 'mekanik' seperti yang ada pada mouse, tidak seperti kebanyakan gamepad yang ada menggunakan karet yang tentu umurnya lebih pendek dari teknologi mekanik ini.
Pada tombol D-Pad, Tombol yang digunakan bersifat Independent. Ini bagus karena tombol ini sering kita gunakan untuk memilih menu pada game, jadi kita dapat lebih fokus dalam memilih menu yang ada.

Tombol start dan back kini berada di sebelah bawah dari gamepad ini. Sejujurnya ini sedikit menyulitkan ketika saya terbiasa menggunakan gamepad yang tombol start dan back nya ada di di tengah. Jadi perlu sedikit penyesuaian lebih lama agar lebih terbiasa.

Untuk tombol trigger yang ada pada Razer Onza T1 ini sangatlah berbeda dengan gamepad Xbox 360 yanga ada dipasaran. Tombol trigger dibuat menonjol. Mungkin maksudnya agar pengguna dapat dengan mudah untuk menekan tombol tersebut(FPS gamers). Saya sendiri merasakan desain trigger ini sangatlah sensitif, terlalu sensitif untuk game bergenre racing.

Seperti gamepad Xbox 360 yang lainnya, pada bagian bawah gamepad ini tersedia port Jack 2.5 mm untuk headset dan microphone. Nothing special.

Fungsi
Gamepad ini mempunyai perbedaan diantara Gamepad Xbox 360 yang lainnya. Yang pertama adalah fungsi pengaturan analognya. Analog nya dapat diatur tekanannya.
Misal anda ingin bermain game bertipe FPS yang harus melakukan pergerakan sana-sini, maka tinggal putar bagian yang ada pada analog ke kiri(sampai mentok) maka analog dapat lebih ringan pada saat digerakan. Sedangkan jika anda bermain game ber-genre balap, maka tinggal putar ke kanan, maka analog akan lebih berat yang mana bagus untuk game racing.

Fungsi yang kedual adalah re-mapping tombol. Pada tombol extra yang disediakan, tombol dapat di-set sesuai keinginan. Misal anda sedang bermain game bertipe FPS, dan anda sedikit kesulitan menggunakan tombol RT untuk menembak dan lebih terbiasa menggunakan tombol RB, maka tinggal atur pada tombol yang ada di bagian bawah gamepad.
Kesimpulan

Dengan harga 550rb ke atas, gamepad Razer Onza T1 ini memberikan kelengkapan yang lebih dari gamepad yang laiinya. Disamping kelengkapan, desain dan material yang digunakan memang bagus dan usefull. Fungsi-fungsi yang ada pada gamepad ini juga menjadi nilai yang lebih yang diberikan. Disamping kelebihan yang ada, kekurangan gamepad ini adalah gamepad ini bukanlah gamepad wireless. Tetapi Razer menutupi kekurangan tersebut dengan memberikan panjang kabel yang mencapai 3 meter.

Desain           : ★★ (10/10)
Material         : ★★★ (9/10)
Performance  : ★★★ (9/10)
Durability       : ★★★ (6/10)

Rumor
Banyak pengguna yang mengeluhkan tentang durability gamepad Razer Onza T1 ini. Jujur saya juga masih bingung apakah itu memang benar jika gamepad ini cepat rusak. Saya sendiri baru memakai ini satu hari dan belum ada masalah. Mungkin dalam beberapa hari kedepan saya akan update lagi tentang durability ini. Jadi keep in touch with this post.

Update
Ternyata barang yang saya dapat belum ada sehari sudah rusak di trigger nya. Tetapi setelah saya retur ke bhinneka dan dapat unit baru, akhirnya Gamepad ini so far belum ada masalah. Jadi kalau anda yang ingin beli gamepad ini, jangan khawatir karena garansi produk terjamin.

Seperti biasa, jika ada pertanyaan silahkan comment dibawah ini. Have a nice day guys!.

Note
Link Gamepad Razer Onza T1 di bhinneka.comGambar diambil menggunakan kamera Canon PowerShot A810.

12 komentar:

  1. ini cerita sama dangan cerita saya, saya sekarang udah punya F710 pengen beli Razer Onza Tournament Edition T1, untuk adek saya.
    tapi yang saya dengar barang barang ini sering rusak.
    jadi saya minta pendapat anda apa bagus mana F710 dengan Razer Onza Tournament Edition T1

    balas ke
    emailarifmunandar@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Relatif, karena masing-masing gamepad punya kelebihan dan kekurangan.

      Saya suka design game pad onza ini, tombol backlight, trigger yg nyaman, juga analog nya. Tapi gamepad onza ini minus di koneksinya yg masih pakai kabel, jadi agak ribet kalau main, apalagi kalo suka pindah-pindah posisi.

      Kalau F710 saya suka multifunction nya, karena sudah support xinpu-dinput dan tentu koneksi wireless nya. Tetapi yg ada masalah kecil di gamepad ini, yaitu pada analog nya yg longgar dan terasa sudah dol.

      Untuk durability, gamepad yg saya beli baru pakai sehari langsung dapat masalah di trigger nya yg gak berfungsi. Setelah saya klaim garansi, unit yg baru so far sampai sekarang gak ada masalah(skitar 1,5 bulan).

      Jadi kalau mas mau buat pakai yg standar-standar aja, F710 udah cukup. Tetapi kalu mas pengen yg lebih dan kebetulan lagi ada budget, Onza juga worth untuk dibeli.

      Hapus
  2. klo mau klaim garansi mesti dibawa ke tecnosolution nya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga musti kesana sih, bisa saja dari toko dimana agan belinya. Misal saya beli di bhinneka, tinggal kirim nanti mereka yang bantu fix/retur nya.

      Hapus
  3. maaf mas,,, kebetulan lewat & lihat blog ini....

    Emang bener pa mas broo.... Untuk seri ONZA T1 ini ,, sering terjadi kerusakan????
    coz,, kebetulan sya mo beli ini ...
    buat maen game RPG/FPS di pc.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, beberapa unit memang ada yang cepat rusak, terutama rusak nya pada trigger nya. Tetapi jangan takut, Razer bagus dalam menjamin garansi nya, selama saya beli sudah 2 kali retur barang, sekarang akhirnya dapet unit yang bagus(tidak ada tanda2 rusak).

      Hapus
  4. Update Pak Gamepadnya masih bagus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gamepad sempat saya retur untuk ke-2 kali nya. Tapi bukan karena tombol bermasalah, tetapi karena karet analog nya robek, karena terkena kuku, jadi makin lama robekan kecil itu jadi besar karena pemakaian. Jadi saya retur, dan bhinneka mengirimkan gamepad dengan stock baru. So far gak no problem. Tidak seperti barang yang saya pertama kali dapat. Tetapi sekarang saya harus hati2 karena karet analog nya sensitif dan gampang robek.

      Hapus
  5. bro kalo di game kayak tomb raider, bioshock, dll mesti di konfig ulang dulu gak pas awal main kalo pake razer onza?
    soalnya kan kalo stik yg murahan mesti di setting pake xinput dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak bro. Settingan semua udah otomatis, karena stick ini dasarnya adalah stick XBOX 360.

      Hapus
  6. mas, saya lagi bingung nih mau milih gamepad xbox ori microsoft atau razer onza t2, liat review2 onza durabilitynya kurang bagus, stik xbox banyak palsu/kwnya gak ada garansi, minta sarannya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama juga dilemanya yg saya alami. Salah satu alasannya saya beli onza ini juga karena susahnya mencari stick xbox ori di pasaran indo. Saya beranikan "gambling" untuk membeli onza ini, padahal sebelumnya saya juga sudah menbaca komentar2 buruk dari pengguna onza lainnya.

      Namun, ya memang benar, onza ini punya quality control yg buruk, stick yang pertama kali saya terima, beberapa hari saja sudah ada masalah. lalu saya klaim garansi ke bhinneka.com. Beberapa waktu kemudian, masalah lainnya muncul, seperti sebelummnya jg, saya klaim garansi lagi ke bhinneka.com untuk kedua kalinya.

      Terakhir, sampai saat ini, tidak ada masalah(cukup lama), sampai akhirnya stick saya sudah lama tidak dipakai, dan saya pakai analog kirinya bermasalah(saya sudah ragu apakah garansi saya masih berlaku). Setelah googling, ternyata ada cara fix yg mudah, tinggal bongkar stick, dan isi dengan lubrikasi(saya pakai oli singer), dan masalah pun Fixed!

      Hapus